Team The Power Of IT : Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Silahkan Ambil Informasi yang dianggap Anda Penting dan Beritahu kami bila ada sesuatu yang kurang lengkap atau tidak menarik atau kurang Memuaskan (*_*)

Cari

Kamis, 05 Agustus 2010

Ilmuwan AS Kembangkan Vaksin Antistres

Hidup di era modern dengan aktivitas yang sangat tinggi membuat seseorang mudah terserang stres, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan. Alhasil banyak orang yang mencoba untuk mengatasi stres dengan menggunakan obat-obatan atau terapi-terapi lainnya.

Ilmuwan AS mencoba untuk melakukan terobosan dengan mengembangkan sebuah vaksin anti stres yang dapat membantu seseorang menghindari tekanan. Hanya dengan satu kali injeksi, seseorang akan langsung mengalami relaksasi tanpa harus memperlambat aktivitas atau memakan waktu. Pada umumnya untuk melepaskan diri dari stres seseorang harus meluangkan sedikit waktu untuk santai.

News.com.au, Senin (2/8/2010), melansir pengembangan vaksin untuk menyembuhkan stres ditemukan oleh Dr Robert Sapolsky, profesor ilmu saraf di Stanford University. Ia mengklaim penelitiannya sepanjang 30 tahun penelitian telah menghasilkan sebuah formula agar dapat mengubah kimia otak untuk membuat agar lebih 'Fokus' dan tenang.
Sapolsky mengatakan vaksin ini bisa menjadi alternatif penderita stres di luar yoga, atau mengkonsumsi pil. Stres kronis, disebabkan karena kekhawatiran sehari-hari, dan bisa berisiko menyebabkan penyakit mulai dari diabetes hingga serangan jantung.

Pertama kali, Sapolsky mengamati kerusakan yang disebabkan stres pada hewan di Kenya. Akhirnya ia meneliti hormon yang disebut glukokortikoid, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Hormon ini akan membantu hewan untuk mengatasi stres.

Seluruh mamalia memproduksi hormon tersebut dan embantu mereka menghadapi ancaman. Dr Sapolsky mengamati bahwa, Zebra akan menonaktifkan bahan kimia stres setelah melarikan diri dari singa. Manusia modern juga mampu menghasilkan glucocorticoids terlalu banyak dalam menanggapi hal-hal sehari-hari tetapi tidak dapat mematikannya setelah itu, sehingga stress bisa terus terjadi. (okezone)
Bagi yang ingin copy-paste, harap cantumkan sumber dari www.ketok.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

design by The Power Of IT