Team The Power Of IT : Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Silahkan Ambil Informasi yang dianggap Anda Penting dan Beritahu kami bila ada sesuatu yang kurang lengkap atau tidak menarik atau kurang Memuaskan (*_*)

Cari

Kamis, 31 Maret 2011

MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Pembelajaran PAI

Semester 6, STAI Sufyan Tsauri Kec. Majenang

Tahun 2011

BAB I

PENDAHULUAN

(Fery Anggriawan)

A. LATAR BELAKANG

Pengertian Belajar menurut C.T. Morgan dalam buku Introduction To Psychology (1961), Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat / hasil dari pengalaman yang lalu. Ringkasnya ia mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.Siswa mengalami suatu proses belajar.[1]

Dalam proses belajar tesebut, siswa menggunakan kemampuan mentalnya untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi semakin rinci dan menguat. Adanya informasi tentang sasaran belajar, adanya penguatan-penguatan, adanya evaluasi dan keberhasilan belajar, menyebabkan siswa semakin sadar, akan kemampuan dirinya.

Pengertian Mengajar Jerome S. Brunner dalam bukunya Toward a theory of instruction mengemukakan bahwa mengajar adalah menyajikan ide, problem atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh setiap siswa. Ngalim Purwanto dalam bukunya Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (1998: 150) mengemukakan yang dimaksud dengan mengajar ialah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilan kepada anak-anak.[2]

B. PERUMUSAN MASALAH

Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi perumusan masalah di dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi belajar mengajar ?

2. Apa saja indikator keberhasilan belajar mengajar ?

3. Bagaimana cara mengukur atau menilai tingkat keberhasilan tersebut ?

4. Bagaimana cara program perbaikan bila tidak mencapai keberhasilan?




[1] http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-belajar.html

[2] mitanggel.blogspot.com/2009/09/pengertian-mengajar.html

C. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran PAI juga agar Bapak/Ibu Guru maupun Calon Guru seperti layaknya tim penyusun makalah dapat memahami faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar agar pembejalaran yang dilaksanakan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

D. SISTEMATIKA PENULISAN

Makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Pertama: Pendahuluan, meliputi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah dan Sistematika Penulisan, Manfaat Penulisan. Kedua: Pembahasan, meliputi : Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi belajar mengajar, Apa saja indikator keberhasilan belajar mengajar, Bagaimana cara mengukur atau menilai tingkat keberhasilan tersebut, Bagaimana cara program perbaikan bila tidak mencapai keberhasilan. Ketiga : Penutup, meliputi : Kesimpulan, Saran-saran.

E. METODE PENULISAN

Dari banyak metode yang kami tim punyusun ketahui, penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan guna mencari bahan dan materi makalah tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Kami menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data–data tentang topik ataupun materi yang kami gunakan untuk makalah ini.

F. MANFAAT PENULISAN

1. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis

Sebagai bahan masukan, agar penulis dapat lebih peka terhadap fenomena-fenomena yang ada di lingkungan pendidikan terkait faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, dan sebagai acuan bagi penulis untuk terus berkarya dan menggali potensi diri.

b. Bagi Pemerintah

Sebagai bahan masukan, dalam mengentaskan persoalan pendidikan yang ada di negeri ini, agar dapat terwujudnya masyarakat yang cerdas dan berpendidikan.

c. Bagi Masyarakat Umum

Sebagai bahan masukan terkait peran seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pembelajaran.

2. Manfaat Teoritis

a. Bagi Akademisi

Bagi akademisi sebagai wacana untuk terus menggali ilmu pengetahuan terkait dengan faktor – faktor keberhasilan pembelajaran.

b. Masyarakat umum

Berfungsi sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar.

BAB II

PEMBAHASAN

A. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR MENGAJAR

Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut adalah :

1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan bentuk tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Rumusan tujuan pembelajaran dapat dibuat dalam berbagai macam cara. Seringkali terjadi, rumusan itu menggambarkan apa yang akan dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Jika rumusan semacam ini dibuat, tidak memberi tuntutan kepada siswa untuk belajar sehingga memperoleh hasil tertentu. Dengan singkat dapat dikemukakan bahwa rumusan tujuan harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai siswa melalui proses pembelajaran dilaksanakan.[3]

2. Guru

Peran guru di sekolah juga sangat penting dalam meningkatkan kemauan belajar anak anak. Seorang guru dapat memotivasi dan memberikan pengarahan kepada anak anak bagaimana cara belajar yang baik dan mengembangkan potensi lebih yang terdapat pada anak.

Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar yaitu :

a. Kepribadian

Hal ini akan mempengaruhi pola kepemimpinan yang guru perlihatkan ketika melaksanakan tugas didalam kelas

b. Pandangan terhadap anak didik

Proses belajar dari guru yang memandang anak didik sebagai mahluk individual dengan yang memiliki pandangan anak didik sebagai mahluk sosial akan berbeda. Karena prosesnya berbeda, hasil proses belajarnya pun akan berbeda.




[3] Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd. Perencanaan Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima), 91

c. Latar belakang dan Pengalaman guru

Guru pemula dengan latar belakang pendidikan keguruan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, karena ia sudah dibekali dengan seperangkat teori sebagai pendukung pengabdiannya. Tingkat kesulitan yang ditemukan guru semakin berkurang pada aspek tertentu seiring dengan bertambahnya pengalamannya.

Guru yang bukan berlatar belakang pendidikan keguruan dan ditambah tidak berpengalaman mengajar , akan banyak menemukan masalah dikelas. Oleh sebab itu, untuk menjembatinya dibuat program Akta 4 dan Akta 5.

3. Anak Didik

Aspek dari anak didik yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar adalah :

a. Psikologis anak didik

b. Biologis anak didik

c. Intelektual anak didik

d. Kesenangan terhadap pelajaran

e. Cara belajar anak didik[4]

Hal diatas yang menyebabkan perbedaan karakteristik anak didik , misalnya pendiam, aktif, keras kepala, kreatif , manja dan sebagainya. Anak yang dengan ciri-ciri mereka masing-masing berkumpul di dalam kelas dan yang mengumpulkan tentu saja guru atau pengelola sekolah. Banyak sedikitnya jumlah anak didik dikelas akan mempengaruhi pengelolaan kelas.

Angka-angka dirapor menunjukkan bukti nyata dari keberhasilan belajar mengajar. Hal ini sebagai bukti bahwa tingkat penguasaan anak terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru, karena itu dikenalilah tingkat keberhasilan maksimal (istimewa), Optimal (baik sekali), minimal (baik) dan kurang untuk setiap bahan yang dikuasai anak didik.[5]




[4] http://ustadsatria.blogspot.com/

[5] http://akta408.wordpress.com/

4. Media Pembelajaran

Media pembelajaran ini membuat konkrit konsep-konsep yang masih abstrak. Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada siswa bisa dikonkritkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran.[6]

5. Kegiatan Pengajaran

Pola umum kegiatan pengajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dengan bahan pelajaran sebagai perantaranya. Guru yang mengajar, anak didik yang belajar.. Gaya mengajar guru mempengaruhi gaya belajar anak didik.

Ada 3 aspek yang dapat dilihat dari kegiatan pengajaran untuk keberhasilan belajar mengajar yaitu:

a. Gaya mengajar guru

1) Gaya mengajar klasik,

2) Gaya mengajar teknologis,

3) Gaya mengajar personalisasi dan

4) Gaya mengajar interaksional

b. Pendekatan guru

1) Pendekatan individual

Guru berusaha memahami anak didik dengan segala persamaan dan perbedaannya

2) Pendekatan kelompok

Berusaha memahami anak didik sebagai mahluk sosial. Perpaduan kedua pendekatan ini akan menghasilkan hasil belajar mengajar yang lebih baik.

c. Strategi penggunaan metode

Penggunaan strategi belajar dapat digunakan lebih dari 1 metode pengajaran misalnya penggunaan metode Ceramah dengan metode Tanya jawab untuk mata pelajaan IPS. Jarang guru menggunakan 1 metode dalam melaksanakan pengajaran , hal ini disebabkan rumusan tujuan yang dibuat guru tidak hanya satu, tetapi bisa lebih dari dua rumusan.




[6] Drs. Rudi Susilana, M.Si, Cepi Riyana, M.Pd, Media Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima), 10

6. Evaluasi

Faktor suasana evaluasi merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Hal yang perlu dalam suasana evaluasi adalah

a. Pelaksanaan evaluasi biasanya dilaksanakan di dalam kelas

b. Semua murid dibagi menurut tingkatan masing-masing

c. Besar sedikitnya anak didik dalam kelas

d. Berlaku jujur, baik guru maupun anak didik selama evaluasi tersebut.[7]

B. INDIKATOR DAN PENILAIAN KEBERHASILAN

Indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil, adalah:

1. Daya serap terhadap bahan pelajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok,

2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai siswa baik individu maupun klasikal.

Penilaian keberhasilan dalam belajar mengajar dapat menggunakan tes prestasi belajar untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan. Tes prestasi belajar dapat digolongkan kedalam jenis penilaian sebagai berikut :

1. Tes Formatif

Penilaian ini digunakan untuk menguur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap anak didik terhadap pokok bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses balajar mengajar bahan tertentu dalam waktu tertentu.

2. Tes Subsumatif

Tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu, bertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap anak didik untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar anak didik. Hasil tes ini digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor.




[7] http://akta408.wordpress.com/

3. Tes Sumatif

Tes ini dilakukan untuk mengukur daya serap anak didik terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester atau dua tahun pelajaran, Tes ini bertujuan untuk menetapkan tingkat atau taraf keberhasilan belajar anak didik dalam suatu periode belajar tertentu.

Hasil tes ini digunakan untuk kenaikan kelas, menyusun rangking atau sebagai ukuran mutu sekolah.[8]

C. TINGKAT KEBERHASILAN

Untuk mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap proses belajar yang telah dilakukannya dan sekaligus juga untuk mengetahui keberhasilan mengajar guru, kita dapat menggunakan tingkat acuan sebagai berikut:

1. Istimewa / maksimal: apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat dikuasai siswa,

2. Baik sekal / optimal: apabila sebagian besar (85% s/d 94%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai siswa,

3. Baik / minimal: apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 75% s/d 84% dikuasai siswa

4. Kurang : apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 75% dikuasai siswa.[9]

D. PROGRAM PERBAIKAN

Tingkat keberhasilan proses mengajar dapat ddigunakan dalam berbagai usaha antara lain dengan kelangsungan proses belajar mengajar itu sendiri. Ada dua point yang dapat dilihat dari hasil tingkat keberhasilan proses belajar mengajar :

1. Apabila 75 % anak didik yang mengikuti proses belajar mengajar mencapai tingkat keberhasilan minimal, optimal atau maksimal, maka dapat dilanjutkan ke proses belajar untuk pokok bahasan yang baru.

2. Apabila 75 % anak didik kurang (dibawah taraf minimal ) dalam mencapai tingkat keberhasilan , maka proses belajar mengajar berikutnya adalah perbaikan.




[8] http://akta408.wordpress.com/

[9] http://akta408.wordpress.com/

Pengukuran tentang tingkatan keberhasilan proses mengajar sangat penting karena itu pengukuran harus betul-betul Sahih ( Valid ), Andal ( reliable) dan Lugas (Objective). Hal ini dapat tercapai apabila alat ukurnya disusun berdasarkan kaidah, aturan, hukum atau ketentuan penyusunan tes. Pengajaran perbaikan mengandung kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Mengulang pokok bahasan seluruhnya

2. Mengulang bagian dari pokok bahasan yang hendak dikuasai

3. Memecahkan masalah atau menyelesaikan soal-soal bersama

4. Memberi tugas-tugas khusus[10]




[10] Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati; Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, (Bandung PT Remaja Rosdakarta), 22

BAB III

PENTUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah kami uraikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar – mengajar, secara garis besar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

1. Keberhasilan belajar mengajar dipengaruhi berbagai aspek baik guru , anak didik, evaluasi, media pembelajaran dan suasana lingkungan belajar mengajar di sekolah.

2. Indikator keberhasilannya ditentukan berapa besar daya serap siswa terhadap bahan pelajaran yang diajarkan.

3. Apabila 75% siswa masih dibawah taraf minimal dalam mencapai tingkat keberhasilan, maka proses belajar mengajar berikutnya adalah perbaikan.

B. SARAN – SARAN

Setelah membaca dan menguraikan tentang makalah ini, saran yang dapat diberikan adalah :

1. Perlunya menelaah dan mengkaji secara continue sebagai suatu perbaikan yang terus menerus terhadap proses pembelajaran yang ada di Indonesia, agar pendidikan yang dikembangkan, mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Perlunya mengaplikasikan pendidikan yang berkarakter secara nyata, tidak hanya sekedar teori yang menitik beratkan pada ujian kognitif semata.

DAFTAR PUSTAKA

http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-belajar.html

http://mitanggel.blogspot.com/2009/09/pengertian-mengajar.html

Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd. Perencanaan Pembelajaran, Bandung. CV Wacana Prima : 2008

http://ustadsatria.blogspot.com/

http://akta408.wordpress.com/

Drs. Rudi Susilana, M.Si, Cepi Riyana, M.Pd, Media Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima : 2007

Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati; Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung. PT Remaja Rosdakarta : 1993

2 komentar:

  1. syukran atas penjelasannya....
    itu semua dapat membantuku dalam mengerjakan tugas....
    syukron jaziroon...

    BalasHapus
  2. artikelnya sangat bagus sekali dan terimah kasih atas postingannya sehingga bisa membantu untuk membuat tugas

    BalasHapus

design by The Power Of IT